|

Isu Murahan Serang Sekda Aceh Timur

sekdaSekda : Demi Allah Saya Hanya Menolong…
Rabu, 15 Mei 2013 | 01:13:00

Aceh Timur, Newsistana.com- Semakin tinggi pohon maka semakin tinggi pula angin meniupnya. Peribahasa tersebut kini mulai hangat diperbincangkan di publik Aceh Timur. Isu yang berkembang tentang perselingkuhan yang menerpa Sekda Aceh Timur, Drs.Bahrumsyah,MM, dengan seorang wanita bawahannya berinisial T, membuat gerah  banyak pihak, baik dari pihak-pihak yang percaya dan berharap sekali agar  Sekda Aceh Timur segera hengkang dari jabatannya, maupun pihak-pihak yang tidak yakin atas isu tersebut dan beranggapan bahwa isu selingkuh yang diarahkan kepada Bahrumsyah merupakan “Isu murahan” yang diduga kuat sengaja dikembangkan dan dibesarkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan tertentu pula.
Hal tersebut terjadi karena banyak sebab, salah satu yang jelas terlihat adalah munculnya sikap tidak senang serta belum siapnya beberapa aparatur Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terhadap gaya serta pemikiran cerdas seorang Sekda Aceh Timur  yang berupaya menjalankan  standar  manejerial Birokrasi dan juga ketatnya  pemberlakuan disiplin bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Keterangan didapat newsistana.com dari sejumlah Birokrat Kabupaten Aceh Timur, baik birokrat setingkat dinas maupun birokrat setingkat Kabag maupun Para Camat bahwa sejak awal berdinas sebagai Sekda (Bahrumsyah) menerapkan pengalaman birokrasi di daerah lain yang relatif sangat maju kemudian ia terapkan  pengalamannya tersebut di Kabupaten Aceh Timur.   Tertib  aturan serta standar normatif administrasi bagi setiap pelaksanaan program oleh setiap dinas, sampai persoalan penggunaan anggaran perjalanan dinas aparaturnya pun  Bahrumsyah  sangat korektif sehingga membuat gerah berbagai pihak. Padahal periode Sekda-sekda terdahulu tidak lah demikian.
Menurut keterangan didapat, Isu perselingkuhan Sekda Aceh Timur dengan T, menjadi buah bibir Masyarakat bukan saja di Wilayah Kabupaten Aceh Timur tapi juga berkembang sampai ke Kota Langsa , Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Dari pantauan Lapan6.com di lapangan, banyak harapan dari berbagai unsur masyarakat  yang menginginkan agar tabir isu perselingkuhan yang melanda seorang Sekda Aceh Timur ( baca- Bahrumsyah) dengan seorang wanita yang disinyalir adalah bawahannya sendiri T,  dapat segera  terungkap secara benar. Dan bukan hanya sekedar hembusan isu belaka yang bertujuan untuk melakukan pembunuhan karakter seseorang. Namun sampai berita ini di turunkan, para pihak yang mencuatkan isu murahan ini,  belum mampu memaparkan bukti-bukti kuat yang mengarah pada kebenaran.
Sementara itu, disela-sela rapat rencana pembentukan Koalisi LSM Peduli Aceh Timur, Ketua Umum LSM SIPAT Zulfadli Idris, Kamis 9/8, kepada wartawan mengatakan “Saya menduga bahwa munculnya isu murahan tentang perselingkuhan Sekda Aceh Timur merupakan trik politik bodoh dari pihak-pihak yang ngiler untuk duduk dikursi empuk Sekda Aceh Timur dan berupaya mendeskreditkan Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dibawah duet kepemimpinan Hasballah M.Thaib dan Syahrul Bin Syama’un yang selama ini telah berusaha dengan penuh keikhlasan membangun Aceh Timur tercinta secara bermartabat, adil, cerdas serta berwibawa”.
Zulfadli Idris juga mengecam keras terhadap pemberitaan sebuah media massa yang menjelek-jelekkan Ulama Aceh Timur dalam permasalahan isu Sekda. “Ulama adalah panutan yang sangat dimuliakan dalam kehidupan masyarakat Aceh”. Jangan karena kepentingan politik sekelompok orang, pihak Ulama turut dikorbankan, “ ujar Zulfadli geram.
Zulfadli Idris juga mengatakan, “Saya sangat memahami sekali tentang sifat dan watak sang pembawa berita dusta yang bertemakan perselingkuhan Drs.Bahrumsyah.MM dengan bawahannya T.
Dahniar(LSM.Cakradonya) adalah seorang wanita polos dan suka berbicara ceplas-ceplos . “Saya yakin bahwa Dahniar sedang diperalat oleh orang-orang yang punya kepentingan politik untuk menjatuhkan Sekda Aceh Timur serta orang-orang yang berupaya mendapatkan proyek di Kabupaten Aceh Timur. Pesan saya kepada Dahniar, “Bertobatlah!!! Dan Kembalilah kepada jalan yang benar.
Ibarat gelar “pentas politik” pilkada maupun pilcaleg tak satupun yang bisa membuktikan siapa  dan pihak mana yang akan memenangkan pertarungan di akhir penghitungan suara dalam pesta demokrasi.
Namun ambisi, keinginan serta kepentingan para petarung politiklah yang menganggap dirinya atau partainyalah yang akan menang dalam setiap kampanyenya dengan mengubar  janji akan mengusung berbagai program bagi masyarakat (walau hanya program pembodohan). Toh…. pada saat pesta demokrasi politik usai, masyarakat mulai menagih janji politik para politikus yang menebar bahasa-bahasa muluk yang tidak punya landasan dikala berkampanye.
Seputar Isu selingkuh seorang Sekda tersebut,sejumlah wartawan dari berbagai media nasional maupun lokal menemui Bahrumsyah diruang kerjanya, Rabu 8/5  mengatakan tidak benar dan membantah isu tersebut. Ia hanya niat membantu bawahannya T, yang sedang menghadapi masalah dengan suaminya. “ Demi ALLAH, Saya hanya berniat menolong. Isu perselingkuhan itu  adalah  fitnah terhadap Saya. Yang benar adalah, ia (T) Sebagai seorang bawahan  datang menceritakan dan  meminta pendapat  kepada Saya atasannya tentang keretakan rumah tangganya selama ini, karena ia mengatakan, tidak tahu lagi kemana harus mengadu, karena suaminya  yang selalu memukulinya dan tidak memberi  nafkah selama ini. Hanya itu,” jelasnya.
Bahrumsyah juga mengatakan bahwa niat menolong kepada “T“ diketahui juga  oleh beberapa orang bawahannya yang lain yang bisa juga di jadikan sebagai saksi dan bukan seperti yang di tulis di media baru-baru ini. “Apapun pertolongan kemanusiaan yang Saya lakukan kepada bawahan Saya “T” selalu Saya komunikasikan kepada bawahan Saya yang lain baik pria mau pun wanita , karena Saya tidak mau ada anggapan Saya berbuat yang tidak-tidak, begitu pula secara etika Saya tetap menjaga dan membatasi  tindakan serta sikap  Saya sebagaimana antara atasan dan bawahan.”
Sejumlah Wartawan menanyakan sikap Bahrumsyah terhadap Isu miring tersebut, ia menjawab  bahwa persoalan pencemaran nama baik terhadapnya tersebut sudah dilaporkan  kepada pihak Polres Aceh Timur, biarlah pihak yang berwajib menagani kasus ini, siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.
Lembaga Penyelidikan Pemantauan dan Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (LP3KRI) melalui Wakil Kepala Divisi Investigasi, Iwan Gunawan kepada sejumlah wartawan mengatakan meminta Polres Aceh Timur segera menindak lanjuti laporan Sekda Aceh Timur agar terungkap motif apa yang melatar belakangi isu tersebut. “Kami juga akan melakukan investigasi tentang isu-isu yang berkembang selama ini. Jangan sampai pembangunan Aceh Timur yang telah direncanakan menjadi terhambat. Masih banyak hal-hal besar yang perlu diselesaikan sebagai contoh persoalan anggaran pembangunan Pusat pemerintahan dan ganti rugi tanah masyarakat oleh Medco, bahkan kasus –kasus korupsi selama periode yang lalu perlu diungkap. Sedangkan Periode sekarang ini saya menilai sudah mulai membaik dan terarah. Bisa diibaratkan Aceh Timur ini seperti orang yang baru sakit dan beranjak sembuh sehingga perlu terapi atau pemulihan, jadi Aceh Timur yang sempat tertinggal dari Kabupaten yang lain kini mulai bangkit spirit dan optimism para perangkat daerah di Aceh Timur saat ini sudah lain dari paradigm kepemimpinan yang terdahulu” ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan gunawan menegaskan bahwa duet Haballah M Thaib dengan Syahrul Bin Syama’un sangat kompak dan pas didukung Sekda yang mumpuni dan memiliki track record di atas rata-rata. Kekhawatiran tentang dugaan ada pihak-pihak tertentu yang menghambat kinerja Sekda, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur dalam melakukan kebijakan untuk kemajuan Aceh Timur. Oleh karena kinerja pemerintah saat ini tidak memberi peluang bagi oknum-oknum birokrat maupun swasta yang ingin memamfaatkan peluang untuk kepentingan pribadi.
Hasil Investigasi Lapan6.com baru-baru ini didapat pengakuan ” T” dalam rekaman wawancara menjelaskan kronologi isu perselingkuhan sangat bertolak belakang dari pemberitaan yang membentuk opini di masyarakat. “T” mengatakan semua pemberitaan tentangnya adalah rekayasa yang tidak memiliki dasar serta fakta. Menurutya, Hubungan antara T dan suaminya sudah sejak lama tidak harmonis. Bahkan gugatan cerai ke Pengadilan diajukan T sudah sejak lama dan bukan karena isu ini, hal tersebut sangat bertolak belakang seperti dalam pemberitaan di media selama ini.Ia juga menjelaskan merasakan sangat dirugikan atas tuduhan terhadapnya sehingga nama baiknya pun ikut tercemar dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap Saya.
Ketua Jaringan Jurnalis Independen Aceh Timur(JJIAT), K. Panjaitan, S.IP kepada rekan-rekan wartawan mengatakan harapannya kepada rekan-rekan seprofesi agar selalu menjaga kode etik jurnalistik, jangan  sampai profesi jurnalis dimamfatkan  oleh kepentingan tertentu yang lebih banyak mudarat nya daripada mamfaatnya. Kita harus selektif  dalam  pemberitaan jangan sampai  karena  pemberitaan kita maka akan berdampak merugikan pihak-pihak lain. Utamakanlah data ,fakta serta bukti-bukti yang kongkrit agar tidak timbul fitnah bagi orang lain. Ia juga menambahkan, hadirnya JJIAT kedepan bertujuan untuk membangun profesionalisme wartawan sesuai dengan cita-cita yang termaktub didalam UU PERS NOMOR 40 TAHUN 1999 serta kode etik Jurnalistik agar profesi wartawan ini semakin dihargai dan bermartabat. (red-Tim)

Short URL: http://newsistana.com/?p=9077

Posted by on 11:34 am. Filed under Aceh, Daerah, Terkini. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

<

Recently Commented