|

Hati-hati Modus Baru Tipu Pembeli Biji Plastik

Persekongkolan Jahat antara Oknum Jaksa dan Polres Tangerang dengan PT.PNR Terungkap.

Jakarta Newsistana.com
Terungkap sebuah modus baru dalam kejahatan penipuan dalam kalangan pebisnis pabrik yang menggunakan bahan baku plastik. Dalam kejahatan ini termasuk melibatkan oknum aparat kepolisian, dengan cara pelaku utamanya menawarkan sebuah Delivery Order (DO) untuk pembelian 45 ton biji plastik. Setelah terjadi jual beli antara pabrik produksi bahan baku plastik dengan pembeli, maka tiba-tiba pemilik DO datang meminta barangnya untuk dikembalikan kepadanya tanpa alasan yang jelas, dan uang pembelian yang telah disetorkan oleh pembeli tidak dikembalikan. Karena tidak bersedia mengembalikan barang tersebut tanpa pengembalian uang, maka dilaporkan oleh produsen bahan baku biji plastik itulah si pembeli dengan tuduhan membantu kejahatan dan penadahan.
Seperti modus itulah yang dialami oleh beberapa pengusaha pabrik plastik di Jakarta dan termasuk Khoe Wi Hin 51 Tahun warga perum Citra Garden Kalideres-Jakarta Barat selaku Direktur PT.Dwiplas Tunggal Utama yang memproduksi berbagai tipe botol plastik dengan kronologi bahwa pada tanggal 30 Juni 2011 datanglah seorang lelaki bernama Yanto menawarkan sebuah DO biji plastik dari PT.Petnesia Resindo (PNR) Tangerang sebanyak 45 ton, karena sudah kenal dan sering berhubungan dengan Yanto maka Wi Hin pun merespon penawaran itu, apalagi setelah diperiksa dan diklarifikasi ke pabrik yang dimaksud, ternyata benar dan syah…karena diakui oleh pabrik PNR. Lalu dengan ditemani karyawannya Hamid, Wi Hin pergi menemui Yanto di pabrik sekitar pukul 14.00 untuk selanjutnya mengurus administarsi. lalu setelah administrasi beres maka barang di muat ke 3 mobil tronton walau sedang turun hujan. Setelah itu terjadi transaksi dengan Yanto…Wi Hin melakukan pembayaran sebesar RP 250.000.000 kontan, sisanya pada tanggal 1 Juli 2011 dengan 2 lembar cek senilai RP.315.500.000,- dan Rp.52.000.000,-, sehingga total pembayaran sebesar Rp.617.500.000,-
Pada tanggal 4 Juli datang 3 orang yang mengaku dari PT.Trikarsa Fiberindo – Bandung berkebangsaan Korea didampingi oleh saudara Femy dan Yudhi , mereka meminta untuk meihat dan mengambil barang yang dibeli oleh Wi Hin dari PT.PNR lewat Yanto dengan alasan yang tidak jelas. Sudah jelas Wi Hin menolak mentah-mentah permintaan itu karena tidak jelas.
Selanjutnya pada tanggal 6 JULI 2011 sore mereka datang lagi , namun Wi Hin lagi di luar kota.
Pada tanggal 18 Juli pukul 16.00 sore datang 3 orang anggota polisi dari Polres Kota Tangerang untuk melihat dan memfoto barang-banarng yang ada di gudang milik Wi Hin.Tanggal 8 Mei 2012 Kanit Reskrim Polresta tangerang AKP.A.Rakhim beserta tiga orang anggotanya datang ke pabrik milik Wi Hin melakukan penyitaan barang jadi berupa botol, padahal botol yang disita itu tidak ada kaitannya dengan barang yang dibeli dari PNR melalui Yanto, karena setiap waktu bahan datang dan langsung diolah menjadi botol. Sementara bahan yang dari Yanto sudah sepuluh bulan yang lalu habis terpakai. Penyitaan barang barang itu menunjukkan arogansi dan ambisi dari oknum-oknum anggota polisi itu, pasalnya sudah dijelaskan bahwa barang yang ada di gudang saat itu adalah barang baru dan dari bahan baku biji plastik baru yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan barang yang dibeli dari PT.PNR.
Menurut Drs.Anggiat manalu, SH dan Indrasakti, SH, M.Sc selaku kuasa hukum Khoe Wi Hin dan PT.Dwiplas Tunggal utama, bahwa penetapan kliennya menjadi tersangka dengan sangkaan tindak pidana penggelapan dan pertolongan jahat sesuai pasal 372 KUHP dan pasal 480 KUHP ayat 1e & 2e sangat unik dan aneh karena bila memang ada yang menadah atau pertolongan jahat sesuai surat panggilan ke2 nomor SPgl/393a/IV/2012 /Reskrim tanggal 12 April 2012 dari Polresta Tangerang, lalu siapa pelaku penggelapan tiu? siapa yang ditolong dalam melakukan kejahatannya? Padahal sudah jelas sekali…bila ada tindak pidana penggelapan , maka calon tersangka utamanya adalah saudara Yanto yang menjadi perantara dan saudara Deny yang menghubungkan Yanto dan PT.PNR. Selain itu bisa juga saudara Yudi sendiri sebagai pelapor…karena kerugian apa yang dialaminya pun tidak jelas. kata Anggiat bahwa terkesan kasus ini terlalu dipaksakan dan diarahkan kepada kliennya saja , dengan posisi tawar agar barang dikembalikan dan kasus ditutup, namun uang Wi Hin tidak dikembalikan. Disitulah letak modus persekongkolan jahat itu. Dari keterangan AKP.A.Rakhim dikatakan bahwa alasan penetapan Wi Hin menjadi tersangka adalah berdasarkan tiga orang supir dari tiga unit mobil tronton yang mengangkut barang tersebut, padahal justru ketiga supir itulah juga merupakan tersangka bila barang yang diangkatnya itu merupakan hasil penggelapan yang dilakukan oleh Yanto dan Deny, pasalnya dari yanto dan Denilah ketiga supir itu dapat perintah dan dilengkapi oleh surat jalan dari PT.PNR.
Kejanggalan lain menurut Anggiat Manalu adalah adanya tiba-tiba terbitnya surat dari Kejaksaan Negeri Tangerang Nomor :B.1138/0.6.11.3/Epp.1/03/2012 tanggal 30 Maret 2012 tentang Pemberitahuan hasil penyidikan an.Khoe Wi Hin yang disangka melanggar Pasal 372 KUHP dan 480 ayat (1) dan (2e) sudah lengkap (P-21), padahal saat jaksa terdahulu menangani kasus ini, dinyatakan bahwa kasus ini sangat sumir dan ada 8 catatan yang harus deilengkapi, namun tak satu pun yang dilengkapi. namun karena jaksanya ganti…langsung P-21 .
kami sudah menyurati ke atasan jaksa tersebut supaya ditinjau ulang surat P-21 Nomor :B.1138/0.6.11.3/Epp.1/03/2012 tanggal 30 Maret 2012 tentang Pemberitahuan hasil penyidikan an.Khoe Wi Hin yang disangka melanggar Pasal 372 KUHP dan 480 ayat (1) dan (2e) , dan sudah melaporkan oknum Kasat dan Kanit Reskrim Polresta Tangerang ke Propam, proses sudah berjalan …kita lihat saja hasilnya, kalau memang harus naik ke meja hijau kita sudah siap dengan bukti-bukti yang meringankan dan saksi saksi serta alibi yang membuat Wi Hin bebas murni….kata Anggiat manalu.
Red Newsistana

Short URL: http://newsistana.com/?p=827

Posted by on 5:01 am. Filed under Hukum Dan Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

1 Comment for “Hati-hati Modus Baru Tipu Pembeli Biji Plastik”

  1. Tlg dimuat

Comments are closed

<

Recently Commented