|

DBMTR Banten Serius Tangani Jalan Yang Rusak

btn1PERBAIKAN JALAN.Pekerja sedang mengerjakan ruas jalan yang rusak

Banten Newsistana.com

Sesuai misi dari keBinamargaan,untuk meningkatkan pembangunan dibidang jalan dan jembatan dalam meningkatkan aksebilitas untuk mendukung pengembangan wilayah dan kelancaran distribusi barang dan jasa,serta penanggulangan bencana alam. Dukungan prasarana jalan memiliki peran penting dalam pelayanan jasa angkutan yang dipastikan dapat menunjang perekonomian Daerah maupun Nasional.

Aksebilitas adalah untuk kemudahan mencapai tujuan,menyangkut keamanan kenyamanan dan memperpendek waktu tempuh(Travel Time). Sedangkan pengembangan wilayah,mengandung magna dalam upaya membangkitkan upaya potensi pada wilayah tertentu yang menjadi kawasan tumbuh, baik untuk pemukiman ,perkebunan / pertanian, Industri yang menjadi rencana Kawasan pengembangan lainnya.

Berdasarkan Undang-undang No.38 tahun 2013,tentang jalan, Penanganan bidang jalan dan jembatan,dibagi berdasarkan tanggung jawab. Kewenangan penanganan jalan Nasional / Negara ditangani oleh Kementerian PU dibawah naungan Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai jalan Nasional.

Jalan Provinsi pada Pemerintah Provinsi dan jalan Kabupaten / Kota ditangani oleh Pemerintah Kabupaten / Kota.. Untuk kondisi tertentu, dapat saja dilakukan penanganan bersama, demi kepentingan pelayanan terhadap masyarakat. Dimana pengaturan MOU-nya disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Di Prov.Banten, sekitar 195 kilometer atau 23% dari 852,89 kilometer jalan dalam kondisi rusak. Kondisi saat ini Pemprov.Banten melalui dinas Bina Marga dan Tata Ruang(BMTR) hanya mampu memperbaiki kerusakan jalan sepanjang 107 kilometer pada tahun ini melalui kegiatan peningkatan / pembangunan jalan dan jembatan.

Kepala Dinas BMTR Pemprov.Banten, Sutadi, mengatakan; Tahun 2013 ini, kerusakan jalan makin meluas akibat banjir yang terjadi pada bulan Desenber 2012 hingga Pebruari 2013. Ia menuturkan; akibat hujan diatas normal ada 37 titik jalan rusak yang tersebar diwilayah Pandeglang, Lebak,dan Tangerang. “Dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan rusak pasca bencana banjir, yakni sebesar Rp.30 Milyard. Kami akan mengajukan ke Pemerintah Pusat” ujar Sutadi.

Sutadi memperinci; 37 titik jalan yang rusak akibat banjir dan longsor tersebut, berada diruas jalan,Cipanas-Citorek, Bayah-Cikotok, Cikotok-perbatasan Jawa Barat, Mengger – Caringin, Caketi-Simpang Malimping, Picung-Munjul, Citorek-Warung Banten, Citereup-Tanjung Lesung-Sumur,dan Parigi Sukamanah,serta Tangerang-Serpong.

Menurut Sutadi; Perbaikan jalan rusak karena banjir dan longsor tidak mendapat alokasi dari anggaran APBD Banten 2013 ini. Untuk itu pihaknya; berharap Pemerintah Pusat melalui BNPB diharapkan bisa membantu untuk menangani kerusakan  jalan yang ada di daerah itu.”Penanganan yang sifatnya sementara agar jalan tetap dapat berfungsi,sudah dilakukan oleh DBMTR , namun untuk penanganan permanent harus menunggu alokasi anggaran dari pusat terlebih dahulu”katanya, seraya menambahkan anggaran yang dikelola DBMTR Banten 2013 ini sebesar Rp.1,018 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan pada Perda Multiyears sebanyak 4 ruas,Pembangunan jalan diluar Perda Multiyears sebanyak 25 ruas, Pemeliharaan berkala / Pelapisan ulang, sebanyak 22 ruas,,Penggantian jembatan sebanyak 8 jembatan, sepanjang 253 meter, Pengadaan lahan untuk pelebaran jalan dan kegiatan penunjang lainnya.

Untuk anggaran alokasi jalan beton di daerah Banten Utara sebesar Rp.150 miliyard,dan Banten Selatan Rp.198,23 miliyard, ungkap Sutadi, kepada wartawan, belum lama ini di  Serang Banten.(M.M /Agus.S)

 

Short URL: http://newsistana.com/?p=8844

Posted by on 4:36 pm. Filed under Banten, Daerah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed

<

Recently Commented