Jakarta,NewsIstana.com

Hiruk pikuk para pfoto Gue2emain politik dalam pemilikada serentak tahun 2015 ini, belum menunjukkan adanya perubahan dan perbaikan Demokrasi di Indonesia, baik dari segi sistem, penyelenggara, kesadaran masyarakat, maupun permainan kotor sebahagian para bakal calon bupati dan gubernur.Munculnya para kandidat muda energik, visioner, bebas korupsi masih langka terlihat pada bursa pencalonan ratusan daerah ini. Masihdidominaxi oleh orang orang yang haus jabatan, kekuasaan , pencari pekerjaan dan mencari kekayaan. Calon yang seperti saat Jokowi-Ahok ketika mencalonkandiri pada pemilukada DKI Jakarta saat itu belum bisa ditemukan lagi saat ini. Ada beberapa kepala Daerah yang sudah menghindari Korupsi, namun belum memiliki visioner dan kecakapan untuk membangun serta mensejahterakan masyarakat. Ada juga sebahagian muncul hanya karena sering diberitakan di mas media dan belum ditemukan kesalahannya, sehingga kelihatannya bagus.
Dari para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah ditetapkan oleh KPU, masih mayoritas para pencari jabatan, pekerjaan serta kekayaan.Padahal yang sangat dibutuhkan rakyat adalah seorang pemimpin dan pelayan masyarakat yang tulus untuk melayani, bukan orang yang merasa dan berperilaku sebagai penguasa, bos, maupun raja kecil yang menguasaisebuah daerah.
Perilaku para pengurus partai politik baik di tingkat pusat maupun di daerah yang menganggap pencalonan kepala daerah ini merupakan waktunya “panen” dengan cara memeras para bakal calon yang mau diberikan rekomendasi, adalah merupakan satu penyebab utama terhadap tidak meningkatnya demokrasi di Indonesia.
Pencalonan lewat jalur independen masih terasa sulit karena jumlah KTP yang diwajibkan masih terlalu tinggi, sehingga sangat sedikit bakal calon dari jalur independen yang berhasil lolos menjadi calon tetap.Andai pun berhasil memenangkanpemilihan, saat bekerja juga sangat sulit sekali, karena akan ditekan oleh partai politik melalui fraksi-fraksidi DPRD.Bilamana tidak mau bersekutu untuk merampok APBD, maka akan dipersulit dan diganjal habis-habisan dalam ketok palu APBD.
Memang masih jauh harapan untuk terjadinya Demokrasi yang baik dan sehat dalam Pemilukada serentak tahun 2015 ini, yang artinya sulit juga menghasilkan pemimpin yang bersih,visioner dan siap untuk melayani dan mengabdi demi kepentingan masyarakat luas.
Namun tidak adapilihan lain, selain kita harus tetap ikut berpartisipasi untuk mensukseskan pemilukada tersebut di daerah kita masing masing yaitu mensukseskan dan menjaga serta mengawal pelaksanaannyaagar supay dapat meminimalisir pelanggaran dan penyimpangan yang potensi terjadi, sambil kita benahi bersama semua partai politik yang adadi Indonesia. Seluruh rakyat harus peduli dam melek politik, tidak bisa cuek, akan tetapi kita semua lapisan ambil peduli dan berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang , kesempatan dan kemampuan yang kita miliki, untuk ter iptanya partai politik yang sehat, demokratis dan benar benar digerakkan untuk membangun demokrasi yang sehat dan demi kepentingan masyarakat luas.Salah satu cara yang efektif dan praktis adalah dengan cermat dan teliti untuk mendukung partai politik yang terbaik diantara yang tidak baik, yang dapat mengerucutkan partai menjadi dua atau tiga partai politik saja. Saat itulah ada harapan tumbuhnya demokrasi yang sehat dan baik.(aman)

Hiruk pikuk para pemain politik dalam pemilikada serentak tahun 2015 ini, belum menunjukkan adanya perubahan dan perbaikan Demokrasi di Indonesia, baik dari segi sistem, penyelenggara, kesadaran masyarakat, maupun permainan kotor sebahagian para bakal calon bupati dan gubernur.Munculnya para kandidat muda energik, visioner, bebas korupsi masih langka terlihat pada bursa pencalonan ratusan daerah ini. Masihdidominaxi oleh orang orang yang haus jabatan, kekuasaan , pencari pekerjaan dan mencari kekayaan. Calon yang seperti saat Jokowi-Ahok ketika mencalonkandiri pada pemilukada DKI Jakarta saat itu belum bisa ditemukan lagi saat ini. Ada beberapa kepala Daerah yang sudah menghindari Korupsi, namun belum memiliki visioner dan kecakapan untuk membangun serta mensejahterakan masyarakat. Ada juga sebahagian muncul hanya karena sering diberitakan di mas media dan belum ditemukan kesalahannya, sehingga kelihatannya bagus.
Dari para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah ditetapkan oleh KPU, masih mayoritas para pencari jabatan, pekerjaan serta kekayaan.Padahal yang sangat dibutuhkan rakyat adalah seorang pemimpin dan pelayan masyarakat yang tulus untuk melayani, bukan orang yang merasa dan berperilaku sebagai penguasa, bos, maupun raja kecil yang menguasaisebuah daerah.1
Perilaku para pengurus partai politik baik di tingkat pusat maupun di daerah yang menganggap pencalonan kepala daerah ini merupakan waktunya “panen” dengan cara memeras para bakal calon yang mau diberikan rekomendasi, adalah merupakan satu penyebab utama terhadap tidak meningkatnya demokrasi di Indonesia.
Pencalonan lewat jalur independen masih terasa sulit karena jumlah KTP yang diwajibkan masih terlalu tinggi, sehingga sangat sedikit bakal calon dari jalur independen yang berhasil lolos menjadi calon tetap.Andai pun berhasil memenangkanpemilihan, saat bekerja juga sangat sulit sekali, karena akan ditekan oleh partai politik melalui fraksi-fraksidi DPRD.Bilamana tidak mau bersekutu untuk merampok APBD, maka akan dipersulit dan diganjal habis-habisan dalam ketok palu APBD.
Memang masih jauh harapan untuk terjadinya Demokrasi yang baik dan sehat dalam Pemilukada serentak tahun 2015 ini, yang artinya sulit juga menghasilkan pemimpin yang bersih,visioner dan siap untuk melayani dan mengabdi demi kepentingan masyarakat luas.
Namun tidak adapilihan lain, selain kita harus tetap ikut berpartisipasi untuk mensukseskan pemilukada tersebut di daerah kita masing masing yaitu mensukseskan dan menjaga serta mengawal pelaksanaannyaagar supay dapat meminimalisir pelanggaran dan penyimpangan yang potensi terjadi, sambil kita benahi bersama semua partai politik yang adadi Indonesia. Seluruh rakyat harus peduli dam melek politik, tidak bisa cuek, akan tetapi kita semua lapisan ambil peduli dan berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang , kesempatan dan kemampuan yang kita miliki, untuk ter iptanya partai politik yang sehat, demokratis dan benar benar digerakkan untuk membangun demokrasi yang sehat dan demi kepentingan masyarakat luas.Salah satu cara yang efektif dan praktis adalah dengan cermat dan teliti untuk mendukung partai politik yang terbaik diantara yang tidak baik, yang dapat mengerucutkan partai menjadi dua atau tiga partai politik saja. Saat itulah ada harapan tumbuhnya demokrasi yang sehat dan baik.(aman)

 

  • Mari bergabung utk wujudkan kepedulian

    Read More
  • Mari Bergabung Menjadi Aktifis LSM GERHANA

    LSM GERHANA (LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT GERAKAN HATI NURANI RAKYAT) SKT DEPDARI NO.04/D.III.2/2006 MENERIMA ANGGOTA/PENGURUS BARU DI SELURUH INDONESIA DENGAN SYARAT: 1. ANGGOTA: A.KTP., B.FOTO

    Read More
  • Mari bergabung menjadi Aktifis Lsm Gerhana

    IKLAN PENERIMAAN ANGGOTA LSM GERHANA

    Read More
  • MARI BERGABUNG MENJADI AKTIFIS LSM GERHANA

    IKLAN PENERIMAAN ANGGOTA LSM GERHANA

    Read More
  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

    Read More

Politics

Tech

lonely_traveler_2

Sound Cloud Gets Popular Around The World

Cras sit amet libero eros, in ultricies lorem. Nunc et odio neque. Maecenas vehicula interdum hendrerit. Integer hendrerit orci ullamcorper neque pellentesque feugiat. Aliquam magna metus,

Reviews

Reviews

the_accident

Envato network One Big Monster is coming.

Cras sit amet libero eros, in ultricies lorem. Nunc et odio neque. Maecenas vehicula interdum hendrerit. Integer hendrerit orci ullamcorper neque pellentesque feugiat. Aliquam magna metus,

Sports

abyad_ghame2_book_cover_design_by_karim_adam_by_karimadm-d4meiqd

Best Football Teams in 2013

Cras sit amet libero eros, in ultricies lorem. Nunc et odio neque. Maecenas vehicula interdum hendrerit. Integer hendrerit orci ullamcorper neque pellentesque feugiat. Aliquam magna metus,